Halo, semua pasti udah pernah denger belakangan lagi panas-panasnya konflik Indonesia-Malaysia karena Malaysia mengklaim beberapa kebudayaan Indonesia.
Beberapa kebudayaan seperti Tari Pendet, Wayang, dan Batik diklaim oleh Malaysia sebagai kebudayaaan milik mereka. Yang paling baru yaitu mereka memasukkan
Tari Pendet ke dalam iklan kebudayaan negaranya yang dipublish internationally. Beberapa waktu ke belakang bahkan Pulau Ambalat seakan- akan diklaim milik malaysia
dan dengan seenaknya kapal perang Malaysia mondar mandir di daerah kekuasaan kita. Gw yakin semua pasti panas ngedengernya. Semua juga pasti bertanya-tanya,
apakah Indonesia-Malaysia lg diadu domba ? Apa emang orang Malaysia sekarang udah pada kurang waras ? Banyak yang udah menyatakan perang terhadap Malaysia. Komunitas Hacker
Indonesia sudah menyatakan perang dengan menyerang website2 Malaysia, Saykoji rapper ibukota bahkan dengan kreatifnya membuat lagu berjudul “Copy My Style?” yang menyindir
Malaysia untuk bisa jauh lebih kreatif dibanding apa yang mereka lakukan belakangan ini.

Kebetulan gw baru aja balik dari misi kebudayaan tanggal 29 Agustus 2009 kemaren. Gw bersama 36 orang rombongan dari SBM ITB bekerjasama dengan
lembaga budaya CIOFF yang dipimpin oleh Mr. Said Rachmat keliling kota-kota di Polandia untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. Kita membawakan
10 tarian traditional Indonesia termasuk musik traditional kontemporer dan menghadiri festival-festival disana. Ini pengalaman pertama gw di hal2 seperti ini.
Dan yang buat gw kaget, ternyata Indonesia memiliki kebudayaan yang luar biasa. Kita disana bener2 paling ditunggu dan paling diappreciate ! Bahkan di beberapa tempat
ketika kita selesai memainkan lagu terakhir seluruh penonton Standing Appaluse tanpa henti sampai panggung ditutup, luar biasa !!
Gw sadar, sekaligus bangga bahwa yang baru gw lakukan ini bisa jadi salah satu cara melindungi kebudayaan kita. Mana mungkin dunia bisa percaya Malaysia punya
kebudayaan seperti itu kalau mereka pernah liat anak2 Indonesia membawakan tarian2 atau lagu2 di negara mereka ? Yang ada mereka akan menganggap Malaysia adalah
kumpulan orang2 yang suka melakukan ‘hal lucu’. Ngga ada gunanya marah2 sambil diam di tempat untuk mencaci maki Malaysia. Kita harus sama2 gerak meski lewat hal kecil
untuk bisa melindungi negara ini. Terus lestarikan kebuadayaan kita dan bawa ke mata dunia, gw yakin orang2 pemerintahan akan support niat baik kita. Di Poland, bahkan Dubes Indonesia
disana menyempatkan diri mampir menonton pertunjukkan kita meski berangkat berjam-jam dari luar kota Strzegom. Terus berjuang bagi Indonesia. Saya bangga jadi warga negara Indonesia !!

